“Intinya tanggal 16 Juli 2020, Bupati mau memutuskan seperti apa. Kalau tetap daring, tentu ada kreatifitas sekolah agar tetap daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) bisa dilakukan untuk yang terbatas jaringan akses internet,” ujar Atis, Rabu (15/7/2020).
Menyiasati hal itu, pihaknya ikut melibatkan para guru dalam memberi penugasan ke rumah setiap anak didik dengan menerapkan protokol kesehatan.
Sementara untuk siswa sekolah dasar (SD) tanggung jawabnya dibebankan kepada wali kelasnya masing-masing. Adapun metodenya dengan mengunjungi rumah dari pintu ke pintu, kemudian meluangkan waktu beberapa jam untuk memberi tugas melalui orangtua siswa.
“Orangtua juga tidak semua punya aplikasi android ya, hal-hal itu lah menjadi kajian kita juga. Makanya misalkan dilakukan daring, kemungkinan ada fleksibelitas atau antara daring dan luring disandingkan. Yang bisa daring ya daring, yang bisa luring ya luring,” terangnya.
(Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================