BOGOR TODAY – Pemerintah Kota Bogor akan merotasi atau mutasi sejumlah Aparatur Sipil Negera (ASN) dilingkungan kerjanya. Rotasi mutasi ASN tersebut untuk mengisi kekosongan pejabat yang sudah pensiun. Selain untuk mengisi kekosongan, rotasi mutasi juga untuk menggeser ASN yang dinilai ‘Malas’ dalam menjalankan tugasnya, terlebih dalam memerangi virus Covid-19 yang masih terjadi di Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya selalu mengingatkan kepada para ASN bahwa perang melawan covid19 belum selesai. Untuk itu, harus terus berfikir untuk bekerja, kalau ada yang tidak siap lebih baik mundur, tak usah maju mengikuti rotasi mutasi. “Kalau tidak turun ke lapangan, tidak siap berkreasi ya sudah tidak usah, jangan karena senior dia bisa naik pangkat, enggaklah ini beda, walaupun saya tidak seperti pak Jokowi yang bisa mecat kapansaja, kalau kepala dinas kan tidak bisa dipecat, hanya bisa digeser itu pun setelah dua tahun,” kata Bima. Terpisah Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa Rotasi mutasi sudah masuk di proses badan pertimbangan jabatan (Baperjakat). “Alhamdulillah sudah selesai sempat ada perbaikan-perbaikan tapi sudah beres tinggal tunggu waktu saja, waktu pelantikan mudah mudahan minggu sekarang,” katanya. Ade menjelaskan ada beberapa posisi sekretaris dinas yang masih kosong. Bukan itu saja, pegawai di lingkungan tenaga pendidik dan medis pun banyak yang masuk ke dalam masa pensiun. “Yang paling banyak itu disektor pendidik dan medis kalau saya lihat pensiunan itu hampir tiap bulan 20, kemaren 2019 itu terkaumulasi 299 orang, berartikan ini harus diantisipasi,” pungkasnya. (Heri) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================