Golongan Darah Ternyata Berkaitan dengan Risiko Stroke? Ini Penjelasan Hasil Penelitian Terbaru

Golongan Darah
Ilustrasi Golongan Darah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Golongan darah selama ini dikenal sebagai informasi penting saat seseorang membutuhkan transfusi darah atau menjalani transplantasi organ.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jenis golongan darah juga diduga memiliki kaitan dengan risiko beberapa penyakit, termasuk stroke yang terjadi pada usia muda.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan seseorang mengalami stroke. Gaya hidup, kondisi kesehatan, dan faktor genetik lainnya tetap memiliki peran yang jauh lebih besar.

Mengenal Sistem Golongan Darah

Golongan darah ditentukan berdasarkan keberadaan antigen A dan antigen B pada permukaan sel darah merah. Selain itu, darah juga dikelompokkan berdasarkan faktor Rhesus (Rh), yaitu protein yang terdapat pada permukaan sel darah merah.

BACA JUGA :  Gejala Stroke Tersembunyi pada Usia Muda: Pakar Ungkap Tanda yang Sering Diabaikan

Jika protein Rh ditemukan, maka golongan darah dikategorikan sebagai rhesus positif (+). Sebaliknya, jika tidak ada, maka termasuk rhesus negatif (-).

Secara umum terdapat delapan jenis golongan darah, yaitu:

  • A+
  • A-
  • B+
  • B-
  • AB+
  • AB-
  • O+
  • O-

Mengetahui golongan darah sangat penting untuk memastikan keamanan saat transfusi darah maupun tindakan medis lainnya.

Penelitian Menemukan Hubungan dengan Stroke Usia Muda

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2022 menemukan adanya hubungan antara variasi genetik golongan darah tertentu dengan meningkatnya risiko stroke sebelum usia 60 tahun.

Penelitian tersebut menganalisis data genetik dari sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang tanpa riwayat stroke yang berusia 18 hingga 59 tahun.

BACA JUGA :  Waspada! Gejala Kolesterol Tinggi Bisa Terlihat dari Mata

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki varian genetik A1 memiliki kemungkinan sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke pada usia muda dibandingkan kelompok golongan darah lainnya.

Sebaliknya, pemilik varian genetik O1 diketahui memiliki risiko sekitar 12 persen lebih rendah mengalami stroke dini.

Perlu diketahui, A1 dan O1 bukanlah golongan darah baru, melainkan variasi genetik yang lebih spesifik dalam sistem ABO dan tidak umum diketahui masyarakat.

Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?

Para peneliti menduga kaitan tersebut berhubungan dengan mekanisme pembekuan darah.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================