
Jadi, kata Joko, ini adalah contoh, yang dilakukan komunitas ini bisa menggugah masyarakat yang masih memiliki kelebihan air bisa turut membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hasan memaparkan, tahun ini pertama kali dinyatakan ada daerah yang mengirimkan permohonan air itu dimulai pada tanggal 29 Juli.
Kemudian, sampai dengan tanggal 12 Agustus kemarin, sudah ada 6 kecamatan yang memohon bantuan air diantaranya Jasinga, Cariu, Citereup, Ciampea, Tenjo, dan Cigudeg. Yang paling banyak ada di Jasinga, yakni 11 desa memohon bantuan air bersih.
“Upaya-upaya yang dilakukan tidak melulu hanya merespon ketika ada bencana kita kirim air, kita juga mengupayakan membuat embung atau sumber-sumber air di daerah yang langganan kekeringan. Hanya saja ini butuh penelitian untuk meyakinkan di tempat tersebut sumber airnya cukup bahkan berlebih pada saat diperlukan,” papar Yani.
Untuk di Jasinga, terang Yani, kita masih belum menemukan sumber air, berbeda dengan kecamatan Tenjo dimana kita sudah menemukan sumber air yang cukup handal untuk menghadapi kekeringan.
“Jadi untuk Kecamatan Jasinga kita bersama dinas-dinas lainnya menyiapkan sumber-sumber air. Memang kalau kita sudah tau langganan kekeringan harus ada solusi yang permanen. Hanya diperlukan beberapa instrument diantaranya penelitian yang lebih lanjut. Tapi Insyaallah dengan ditemukannya sumber air yang handal di daerah Kecamatan Tenjo bisa membantu daerah lainnya yang berdekatanâ€, tandas Yani.
(Adit/*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================