
“Tidak lama dipinggirkan, kendaraan terbakar. Dugaan karena korsleting arus pendek listrik,” jelas Nendri.
Nendri menyebut, berdasarkan data Unit Damkar Ciawi, dalam sebulan terakhir telah terjadi tiga kali kebakaran.
Pada awal Agustus, tepatnya 18 Agustus mobil minibus F 1062 GB terbakar di Jalur Puncak, Cisarua. Lalu, dua hari lalu, pada 26 Agustus sebuah mobil Nissan Grand Livina B 1467 NFB juga terbakar di depan Polsek Cisarua, Jalan Raya Megamendung, Kabupaten Bogor.
“Tiga kecelakaan kebakaran itu rata-rata terjadi korsleting listrik dan memicu kebakaran pada mesin kendaraan,” jelas Nendri.
Ia pun menduga kondisi kendaraan yang melintas di Jalur Puncak tidak dalam kondisi prima. Selanjutnya, faktor Jalan berkelok, lalu menanjak.
“Dalam kondisi jalan yang ekstrim itu, pengemudi memaksa kendaraan hingga overheat dan akhirnya memicu terjadikebakaran,” jelas Nendri.
Ia pun mengingatkan agar para pengendara yang melintas di Jalur Puncak kerap memperhatikan kondisi kendaraan. Bila kendaraan sudah terjebak macet, jalan menanjak bisa dipastikan mesin akan panas, untuk itu pengendara bisa beristirahat dan mendinginkan kendaraan
. (Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================