
Para penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum, justru melanggar hukum dan merobohkan hukum. Para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat, justru kongkalingkong dengan pengusaha untuk mengsengsarakan rakyat. Para pemimpin yang seharusnya melayani dan amanah pada rakyat, justru membodohi rakyat serta merampok uang rakyat dengan berkorupsi.
Sudah lengkaplah 3 kekuasaan yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif tidak punya rasa malu blas.
Tidak hanya itu, para publik figure yang terdiri dari para pengusaha, artis dan orang kaya juga tidak punya rasa malu. Meski rasa malunya dalam bentuk lain, tapi hal ini tetap membuat rasa tidak nyaman bagi saudara kita yang belum beruntung.
Yang namanya orang kaya, sekali makan dan minum bisa jutaan, tidur semalam di hotel kelas suite juga jutaan. Naik pesawat juga yang kelas VIP. Mau nonton sepak bola dan konser musik juga harus ke luar negeri, ya bisa puluhan dan ratusan juta ongkosnya. Itu untuk urusan makan, minum, tidur dan hiburan saja.
Belum untuk maksiatnya, bukankah beberapa waktu yang lalu terungkap adanya prostitusi online yang tarifnya sekali kencan jutaan rupiah. Ini pasti konsumennya para orang kaya.
Sedang untuk hobi pasti lebih mahal lagi, seperti tasnya, sepatunya, jam tangannya, perhiasannya, mogenya, mobilnya, vilanya dan lain-lain. Ini semua harganya lebih dari 1 milyar, ada kan tas yang seharga 1 milyar. Kaya itu boleh dan sah-sah saja, bahkan seorang muslim diharuskan kaya, jika bisa, agar bisa sedekah, umrah/haji, membangun Masjid, membantu fakir miskin dan membantu perjuangan dakwah para Ulama.
Padahal menurut ajaran agama Islam, malu itu bagian dari iman, artinya: orang miskin, malu jika minta-minta. Orang kaya, malu jika tidak dermawan. Pemimpin, malu jika tidak melayani rakyatnya. Rakyat, malu jika tidak taat pada pimpinannya, asal pemimpinnya beriman. Jayalah Indonesiaku
. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================