“Kegiatan belajar secara daring diharapkan juga tidak membebani para siswa dengan banyaknya tugas pelajaran, mengingat kondisi yang ada masih darurat. Jadi harus menyesuaikan. Belajar di lingkungan rumah dengan belajar di lingkungan sekolah itu berbeda, intinya kita memberikan kemudahan akses bagi para siswa untuk bisa mengikuti kegiatan belajar melalui daring dan luring (luar jaringan),†ujarnya.
Untuk pengawasan dan penggunaan WiFi publik, khususnya di kelurahan zona hijau atau putih siswa yang diizinkan berjumlah 30 orang. Sementara untuk zona merah hanya 10 orang.
Saat disinggung mengenai hingga kapan program WiFi Publik dimanfaatkan untuk PJJ, Dedie menyatakan akan tetap menjadi prioritas di tahun 2021 mengingat kondisi pandemi Covid-19. “Sebelumnya prioritasnya adalah kesehatan, dampak sosial dan pemulihan ekonomi. Sekarang ditambah yang keempat, yakni sektor pendidikan. Insya Allah sektor pendidikan masuk prioritas penanganan pandemi Covid-19,†tandanya
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================