
Sementara itu, Kabid Persampahan, Dimas Tiko mengatakan, pengolahan sampah menggunakan maggot yang selama ini dilakukan oleh DLH baru skala kecil. Meski begitu, selama dilakukan pengolahan sampah dengan sistem seperti ini pihaknya sudah mereduksi lebih dari 10 ton sampah, bahkan di bulan Oktober kemarin DLH mampu mereduksi sebanyak 2 ton.
“Kita sudah menjalankan reduksi sampah menggunakan maggot ini baru sekitar 5 bulan, namun untuk bulan ini kita berhasil mereduksi sampah organik sebanyak 2 ton dan kita akan terus tingkatkan reduksi sampahnya,” ujar Dimas.
Menurutnya, pengolahan sampah dengan menggunakan maggot ini memiliki banyak keuntungan, sebab selain bisa mengurai sampah, hasilnya itu sampah-sampah yang di konsumsi oleh maggot bisa menjadi pupuk, dan maggotnya pun bisa dijadikan pakan hewan, seperti burung, ayam dan ikan.
“Jadi kalau masyarakat ingin mengolah sampah dengan sistem ini sangat banyak sekali keuntungannya, tapi kalau kita di DLH itu tidak melihat ke arah sana, di kita itu hanya bagaimana cara mereduksi sampah ini agar sampah-sampah yang ada di Kota Bogor terurai,” pungkasnya.
(Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================