BOGOR TODAY – Kemunculan ular kobra yang sempat viral belakangan ini masih menghantui masyarakat. Baru – baru ini kehadirannya telah mengakibatkan seorang santri Pondok Pesantren di wilayah Barat, Kabupaten Bogor harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis
setelah sebelumnya menyimpan hasil tangkapan ular kobranya.

Tak berhenti di Bogor, penemuan reptile mematikan itu pun mengegerkan warga Bekasi. Sebanyak 13 ular kobra muda dan 21 telur yang telah menetas juga ditemukan di lokasi yang sama.

Diselami lebih dalam soal fenomena itu, Adjat Sudrajat, petugas Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah I Jawa Barat menyebut munculnya sejumlah ular kobra dikarenakan fenomena yang terbilang wajar.

Musababnya, pada November hingga Desember merupakan musim penghujan dimana masa itu adalah waktunya bagi ular untuk bereproduksi. Hal ini berkaitan dengan fenomena bermunculan ular Kobra di pemukiman warga. Bahkan potensi penyebarannya cukup besar, hampir di seluruh wilayah.

Tak hanya ular kobra, Adjat mengungkapkan ular jenis lainnya seperti Python Reticulatus atau lebih dikenal dengan Sanca Kembang waktu mereka untuk menetaskan telurnya.

“Yang paling bahaya kan kobra muda, masih kecil saja mereka sudah memiliki taring dan racun yang luar biasa,” terang Adjat, Selasa 17 November 2020.

Sifat ular kobra yang soliter alias hidup sendiri, bukan berkelompok sehingga sulit mengetahui keberadaan saat yang satu ini. Namun demikian, jika ada temuan satu ekor ular, tidak berarti ada kawanannya di sekitar mereka. Ular sangat pintar bersembunyi. Mereka meninggalkan sarang sesaat sebelum bayi ular Raja Kobra menetas.

Dengan begitu, ia mengimbau pada musim penghujan kondisi rumah harus tetap bersih. Hindari banyaknya tumpukan-tumpukan benda, baik sampah, kardus, atau bekas barang yang kerap dijadikan rumah bagi ular untuk bersarang.

“Yang kedua jangan sekali-kali bermain-main dengan ular kobra, seperti yang terjadi pada santri di Bogor,” tegasnya.

“Ular kobra itu, lebih takut wewangian. Jika kalau rumahnya sering disiram pembersih lantai atau dikasih semacam kamper dia enggak akan bisa hidup ditempat itu. Soal ular takut garam itu mitos,” tutupnya. (B. Supriyadi)