Kendati demikian, dirinya merasa bersyukur karena warganya kini sudah mulai guyub dan mau bergerak sama-sama membangun potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain itu juga, di wilayah tempatnya bekerja pun banyak mendapat support dari pihak swasta dalam hal memberi bantuan melalui corporate social responsibility (CSR). “Pada dasarnya, kami di kelurahan itu merupakan fasilitator yang menghubungkan antara pemerintah kota dengan warganya begitu pun sebaliknya. Sehingga dapat menyelaraskan antara program pemkot dengan gerakan warga yaitu mengangkat potensi wilayah, dari kita untuk kita mengangkat pemberdayaan dalam rangka Bogor lebih maju melalui pemberdayaan masyarakatnya, jadi kita berfikir mulai hari ini kita mengembangkan potensi di wilayah yang tentunya menjadi nilai ekonomis untuk masyarakat,” jelasnya. Hasil dari keguyuban tersebut, lanjut Harry, kedepannya kelurahan Empang akan memiliki wisata religi dimana fasilitas di sekitar makam karamat Raden Saleh seperti gapura dan gajebonya akan di renovasi, dimana sumber anggarannya dari pemerintah kota dan juga dari CSR. “Pada intinya festival Empang ini sebagai motivasi warga dalam mewujudkan impiannya. Jadi, meskipun lahan kita terbatas bahkan tidak ada fasos-fasum namun dengan semangat bersama, kita bisa memanfaatkan potensi tersebut dengan maksimal,” pungkasnya. (Heri)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================