Ramu Skenario Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka masih menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Meski peluangnya tipis, skenario untuk membuka sekolah tetap dipersiapkan dengan baik. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengakui, keselamatan peserta didik dan semua unsur pendidikan juga menjadi hal prioritas yang harus dipikirkan. Membuka sekolah bukan serta-merta hanya karena menyikapi kejenuhan orang tua. Jauh lebih banyak dampak yang bakal diperoleh jika sekolah benar-benar dibuka.

Fahrudin (Kadisdik Kota Bogor)

Tergantung Orangtua

Pendidikan untuk anak-anak (di tengah pandemi) lebih kepada mengembangkan kecakapan hidup, bakat, dan minat. Bagaimana kondisi anak-anak dibentuk saat ini tergantung orangtua”
Meskipun ia juga menyadari kurikulum pendidikan saat ini memang sudah sangat berat dijalankan di tengah pandemi. Kurikulum itu disusun untuk menghadapi situasi yang normal. Tak heran, Disdik lebih condong meminta kepada para guru untuk memgembangkan kecakapan peserta didik selama pandemi. “Kita di dunia pendidikan juga merasakan dampaknya. Pendidikan untuk anak-anak (di tengah pandemi) lebih kepada mengembangkan kecakapan hidup, bakat, dan minat. Bagaimana kondisi anak-anak dibentuk saat ini tergantung orang tua. Hanya Disdik terus memantau agar anak-anak dan orang tua tidak stres,” ungkapnya. Skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang ada saat ini menjadi alternatif. Keluhan masyarakat terus diantisipasi Disdik, baik dari sisi infratruktur maupun materi pembelajaran. Sembari mereka terus berupaya untuk mempersiapkan kemungkinan pembelajaran tatap muka bisa dibuka kembali, tahun depan. “Kita sedang menyusun daftar check list di tiap-tiap bidang, PAUD, SD, maupun SMP. Itu nanti akan jadi acuan monitoring ke sekolah untuk memonitor kesiapan sekolah. Di zona hijau atau kuning, kita akan melakukan secara bertahap. Jadi, datanya dulu, nanti kita fokus kepada sekolah-sekolah yang persiapannya masih minim,” bebernya. Standar Operasional Prosedur (SOP) sedang disusun Disdik sebelum tatap muka dibuka. SOP tersebut, kata Fahrudin, bakal dipublish besar-besaran agar siswa dan guru di tingkat satuan pendidikan siap menjalankannya. Hal itu untuk menghindari kontribusi dunia pendidikan terhadap penularan wabah Covid-19. Sedangkan Dewan Pendidikan, Abdul Hakim pun menganggap langkah menutup sekolah selama pandemi memang sudah cukup tepat. Tak bisa dipungkiri, keselamatan peserta didik dan guru adalah hal paling utama. Hanya saja, ia berharap agar kejadian-kejadian “nikah muda” di kota dan kabupaten lain tidak melanda peserta didik Kota Bogor. (ADVERTORIAL)
Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================