“Kita sudah hitung biayanya dan kita akan ajukan itu ke BNPB Satgas Covid Nasional, saya juga sudah komunikasi dan kita berharap awal tahun 2021 itu sudah bisa dioperasikan,” harapnya.
Masih kata Bima, dengan adanya rumah sakit darurat tersebut tentu tenaga kesehatan (nakes) pun bertambah, termasuk dengan alat kesehatannya (alkes) juga. “Nah, untuk nakes kita sedang coba melakukan rekrutmen, sedangkan untuk alkes kita akan ajukan ke pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor Herry Karnadi menjelaskan, komplek GOR
Pajajaran yang nantinya akan dijadikan rumah sakit darurat khusus COVID-19 itu diantaranya lapangan basket indoor termasuk dengan tempat Ia bekerja yakni kantor dispora termasuk ruang milik dinas perpustakaan.
“Jadi, nantinya itu kantor kami akan dijadikan ruangan tenaga kesehatan, IGD dan perawatan pasien. Sedangkan di lapangan basket indoor menjadi kamar atau ruang rawat inap pasien,” jelasnya.
Selain itu, pintu masuk menuju ke lapangan basket indoor yang biasanya lewat Jalan Pemuda akan dialihkan ke Jalan Kesehatan, sehingga hanya satu pintu. “Jadi, pintu masuk yang berada di Jalan Pemuda itu kita sterilkan, tidak boleh ada aktivitas di situ,” pungkasnya.
(Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================