BOGOR TODAY – Musim penghujan seperti sekarang ini membuat aliran sungai Ciliwung meluap. Untuk hari ini saja, debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa ketinggiannya mencapai 90 cm atau siaga III, bahkan berdasarkan informasi dari pengelola Bendung Katulampa pada pukul 06.00-07.00 WIB sempat berada di ketinggian 140 cm.

Dengan adanya informasi tersebut, tentu menjadi kewaspadaan bagi warga yang ada di bantaran sungai Ciliwung. Surya yang merupakan warga RW10, Kampung Labirin, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengaku was-was jika musim penghujan tiba. Sebab, menurut dia, apabila musim penghujan sudah tiba otomatis warga disekitar sungai selalu dihantui rasa takut.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

“Ya, tentu rasa takut mah ada kang, tapi untuk sekarang sih saya lihat volume airnya belum seberapa dan warga pun masih bisa melintas jembatan yang ada di sini. Kalau airnya gede banget mah jembatannya juga ditutup,” kata Surya kepada Bogor Today, saat ditemui di jembatan penghubung antara kelurahan Baranangsiang dengan kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Senin (8/2/2021).

Dirinya juga menceritakan bahwa dua atau tiga tahun silam, pernah ada rumah warga yang terendam. Akibatnya, sejumlah peralatan rumah tangga hanyut, termasuk motor.

“Kalau tidak salah di tahun 2018, atau 2019, airnya tuh gede banget nyaris melewati jembatan ini, dan airnya tuh sampai masuk ke pemukiman warga, terus perabotannya hanyut termasuk motornya juga ikut hanyut. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Masih kata Surya, saat ini Kampung Labirin merupakan salah satu kampung tematik dan kampung wisata arum jeram yang ada di Babakan Pasar. Namun karena kondisi air sungainya meluap maka pengelola untuk sementara dihentikan.

“Biasanya di sini ada saja yang melakukan aktivitas arum jeram, karena memang ada pengelolanya. Tapi untuk sekarang ini dihentikan, karena kan kondisi airnya sedang tinggi,” pungkasnya. (Heri)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================