BOGOR TODAY – Sebanyak 1.182 Tenaga Honorer diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K). Dengan rincian, Dinas Pendidikan 1.115 orang, Dinas Kesehatan 17 orang, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan 39 orang, Dinas Perikanan dan Peternakan 5 orang, RSUD Cileungsi 2 orang, RSUD Ciawi 1 orang dan RSUD Cibinong 3 orang.

Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut pengangkatan P3K tersebut merupakan bentuk kepedulian dirinya terhadap tenaga honorer yang telah mengabdikan diri untuk pembangunan Kabupaten Bogor.

“Para P3K yang diangkat tersebar di beberapa dinas. Diharapkan seluruh tenaga P3K dapat bersinergi dan menjadi penggerak kegiatan agar lebih cepat mencapai target pembangunan daerah.
Untuk gaji mereka, Pemkab mengeluarkab anggaran sebesar Rp. 57.175. 210.823,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor, Zulkifli menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor pada 2019 lalu telah melakukan seleksi terhadap tenaga honorer sebanyak 1.672 orang dan 1.199 orang dinyatakan lulus passing grade.

“Dari total keseluruhan P3K yang dinyatakan lulus passing grade tersebut hanya sebanyak 1.182 orang diusulkan penetapan nomor induk P3K melalui aplikasi Docudigital dan SAPK pada tanggal 30 desember 2020. Karena 5 orang meninggal dunia dan 12 orang mengajukan pengunduran diri,” terang Zulkifli.

Ia menambahkan, 1.182 orang terdiri dari formasi Penyuluh Pertanian 44 orang, formasi Pendidik 1.115 orang, dan formasi Tenaga Kesehatan atau Medis 23 orang. Penyerahan petikan SK P3K formasi 2019 ini dilaksanakan secara bertahap selama 5 hari, dari tanggal 2 sampai 5 Maret 2021. Penyerahan dibagi menjadi tiga sesi dalam satu harinya, dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. (B. Supriyadi).