Dengan adanya kegiatan tersebut, sambung Zyra anak anak disekitar Pulo Geulis memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan banyak bakat yang dapat dikembangkan.

Tak hanya belajar menulis aksara Sunda, mereka juga diberikan materi fotografi, meski menggunakan handphone. Zyra beralasan, fotografi merupakan salah satu cara yang tepat dan digemari anak anak karena handphone menjadi perangkat yang dekat dengan anak anak saat pembelajaran daring (online). Untuk mengimbangi aktifitas anak anak menggunakan handphone agar lebih positif, disela sela waktu luangnya mereka bisa belajar bercerita lewat visual dengan mengambil gambar, membuat satu cerita mengenai lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Untuk diketahui, Sekolah Pulo Geulis Benghar ini pertama kali didirikan 2019, oleh salah satu fotografer bernama Zyra yang berprofesi sebagai fotografer. Saat ini dirinya tengah fokus menyelesaikan sebuah buku mengenai keberagaman dan kerukunan orang-orang Tionghoa dengan masyarakat di Pulo Geulis, sebagai bentuk dari pengabdian untuk masyarakat, Ia memberikan edukasi secara sukarela dalam bentuk mengajar fotografi melalui handphone langsung di lapangan kepada anak anak yang tinggal dekat Sungai Ciliwung dan di Kelenteng Pan Kho agar kelak bisa bercerita banyak mengenai keberagaman dan mempelajari kearifan lokal wilayah tempat tinggalnya.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Urban Sakola merupakan kepanjangan dari Urang Bantu Sakola yang diambil dari Bahasa Sunda yang berarti mari bantu sekolah. Komunitas sosial yang terbentuk pada tanggal 12 April tahun 2014 ini bergerak dan peduli terhadap kemajuan pendidikan yang berbudaya di Indonesia, khususnya di wilayah Bogor. (B. Supriyadi).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================