BOGOR TODAY – 30 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bogor menerima layanan pemeriksaan kesehatan yang diinisiasi Rumah Sakit Hermina, Kota Bogor di Gedung LVRI Kota Bogor, di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, pada Jumat (4/6/2021).

Direktur Utama RS Hermina Bogor, Emma Ratnawati mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap anggota LVRI tersebut merupakan dalam memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Se-Dunia yang jatuh setiap 29 Mei 2021.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor Meroket

“Layanan yang diberikan, berupa edukasi dan pemeriksaan kesehatan awal bagi veteran, serta donasi alat kesehatan. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 veteran,” kata Emma.

Emma memerinci, total veteran yang menjalani pemeriksaan sebanyak 150 orang. Hanya saja, proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap, dimulai pada Jumat (4/6/2021), sebanyak 30 orang.

Dia menjelaskan, kegiatan itu tidak hanya menuju pada satu komunitas. Emma menyebutkan, LVRI Kota Bogor merupakan salah satu komunitas yang terlihat antusias untuk melakukan edukasi kesehatan bersama-sama. Sehingga, RS Hermina Bogor akan melakukan kegiatan serupa dengan menyasar kelompok lain.

Baca Juga : 3.421Calon Jemaah Haji Kabupaten Bogor Gagal Berangkat

Dilokasi yang sama, Sekretaris DPC LVRI Kota Bogor, Sriyono mensyukuri adanya pemeriksaan kesehatan yang diadakan RS Hermina Bogor. Pasalnya, selama ini para veteran terkesan tidak pernah mendapat perhatian. Padahal, sambung dia, para veteran di Kota Bogor sebagian besar mengalami keluhan kesehatan. Sehingga, pihaknya mengapresiasi RS yang menjalin kerja sama dengan LVRI Kota Bogor.

“Banyak keluhan dari bapak-bapak veteran ini semuanya sudah lansia dan ada yang sampai 105 tahun. Dengan adanya kerjasama dari pihak rumah sakit ini memperhatikan kita, LVRI Bogor sangat bersyukur sekali dan sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Sriyono.

Baca Juga : Lestarikan Budaya Sunda, Dua Komunitas di Bogor Perkenalkan Aksara Sunda

Menurutnya, para anggota LVRI Kota Bogor yang saat ini tercatat sebanyak 215 orang, menangani permasalahan kesehatannya secara mandiri. Apalagi, mendapatkan bantuan dari relasi maupun pemerintahan.

“Kedepannya, para pejuang bisa mendapat perhatian dari pemerintah dan unsur lain,” tukasnya. (B. Supriyadi)