BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Minimnya kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak Kabupaten Bogor, membuat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) menjerit. Bahkan, tak sedikit dari mereka harus membuang dagangannya lantaran tak ada pembeli. Terlebih para pedagang makanan siap saji.

Selain tak ada wisatawan lokal, para pedagang juga mengaku sangat kehilangan para wisatawan Timur Tengah yang dianggap menambah pendapatan para pedagang di sekitar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Cisarua Bogor, Teguh Mulyana mengaku sebelum adanya pemberlakuan PPKM di kawasan berhawa dingin tersebut setidaknya terdapat 3.000 orang per tahunnya.

BACA JUGA :  8 Makanan Tinggi Serat yang Bantu Lancarkan Pencernaan Secara Alami

“Sejak adanya PPKM dalam satu bulan diperkirakan ada 1.000 wisatawan lokal, itu pun tidak untuk berwisata,”tutur Teguh.

Dampaknya, para pedagang seperti soto bogor, bakso, mie ayam, mie instan, kopi, bandrek, dan lain-lain mengalami sepi pembeli.

“Karena sepi pembeli, pedagang yang menjual makanan matang kerap membuang makanannya karena kan gak ada pembeli,”ujarnya.

Teguh menambahkan, selain pedagang makanan sejumlah pedagang di sentra oleh-oleh di kawasan kebun teh Gunung Mas, tepatnya di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor masih tampak berjualan meski tidak terlihat adanya konsumen yang menyambangi tokonya.

BACA JUGA :  Kontrakan Jadi Gudang Tembakau Sintetis, Dua Bandar Dibekuk

Bahkan, kata dia hal itu juga terdampak pada sopir travel yang acap kali mengantar tamu wisatawan luar negeri, baik dari bandara maupun sebaliknya.

“Saat ini mereka jadi banting stir berdagang keliling karena mereka juga butuh untuk menafkahi anak istrinya,”tukasnya. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================