
Mantan Kapolres Lamongan itu menambahkan diberlakukannya kembali ganjil genap yakni untuk meminimalisir volume kendaraan di kawasan selatan Kabupaten Bogor itu seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
“Akhir pekan kemarin, kami mencatat ada sekitar 38.000 kendaraan memadati puncak,” jelas Harun.
Dikabarkan sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin akan membuat payung hukum untuk memperkuat uji coba rekayasa lalu lintas tersebut jika memang terbukti ampuh dalam menangani volume kendaraan.
“‘Ketika ada pelonggaran biasanya masyarakat menganggapnya apapun sudah diperbolehkan, sehingga akhirnya masyarakat ramai-ramai mengunjungi kawasan Puncak kemarin,” tuturnya.
Tak hanya itu, Ade juga menegaskan agar para pengendara mematuhi aturan ganjil genap. Jika memang darurat, pengendara yang hendak menuju kawasan Puncak wajib menunjukkan bukti mereka sudah divaksin. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















