“Dulu mah sebelum ada Corona Alhamdulillah pisan yang bantu kerja aja ada delapan orang, bisa ambil kredit mobil pick up sama motor buat usaha, buat ngirim-ngirim kue ke warung-warung” tuturnya kepada bogor-today.com, Kamis (2/9/2021)

Namun, sejak adanya pandemi perlahan usahanya merosot, hingga delapan orang yang dipekerjakan itu harus dirumahkan lantaran produksinya menurun. kue yang biasa ia simpan di warung-warung pun sepi pembeli.

BACA JUGA :  Meriahkan KaBogor Fest, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Senada dengan itu, Budi suami Iin membenarkan bahwa dulu membuat adonan sampai 150 kilogran terigu bisa habis kuenya, tapi sekarang membuat adonan 20 kilogram saja masih tersisa.

“Iyah kang, dulu mah kita produksi tiap hari dibantu yang kerja, sekarang mah cuma berdua saya sama istri dan itu pun bikin kuenya dua atau 3 hari sekali dan yang titipin di warung-warung saya sendiri,” imbuhnya. (Didin/CR).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================