Oleh : Heru B Setyawan (Guru Purna Bakti SMA Pesat School Of Talent)

MAS Rahmat adalah salah satu langganan Warteg saya, suatu hari saya dikejutkan oleh pertanyaan beliau, “Pak guru apa sekarang Pancasila sudah tidak ada?” Maka saya bertanya pada beliau,” memangnya kenapa Mas Rahmat, sampai berkata seperti itu?” tanyaku.

Ya pak guru saya kesal karena adanya korupsi Bansos (Bantuan Sosial) oleh menteri di tengah pandemi Covid 19,” juga selama pandemi Covid 19 ini bahkan kekayaan para pejabat malah meningkat,” ujarnya.

Saya jawab, betul Pancasila sudah hilang untuk kasus ini, tapi percayalah Mas Rahmat, masih banyak orang Indonesia yang mempraktekkan Sila Pancasila, dengan ikhlas dan jauh dari pencitraan.

Baca Juga :  Pelaku Pengeroyokan dan Curanmor di Palembang Berhasil Ditangkap Polisi

Dan kita harus bangga, dulu ada tokoh nasional yaitu Bung Hatta, yang secara konsisten sampai akhir hayatnya menerapkan Sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bung Hatta Sang Proklamator RI punya karakter religius, cerdas, hemat, dermawan, teliti, teguh pendirian, tepo seliro, sederhana, hemat, jujur, disiplin, suka membaca dan menulis, tegas, pekerja keras, bijaksana, sayang dengan keluarga, suka musyawarah, nasionalis dan pratiotik.

Kita akan membahas perilaku beliau dari sila ke-1 sampai 5 dari Pancasila.
1. Pengamalan Pancasila Sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang dilakukan oleh Bung Hatta adalah, sejak kecil Bung Hatta rajin sembahyang. Mula-mula beliau belajar dari lingkungan keluarga kami.

Baca Juga :  Resep Membuat Sus Ragout

Dan setelah remaja, dia mulai belajar di Surau dengan guru ngaji. Sebelum masa kemerdekaan, setiap kali berada di tahanan, Bung Hatta tidak pernah melupakan tikar sembahyang dan puasapun selalu dia jalankan.

2. Pengamalan Pancasila Sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” yang dilakukan oleh Bung Hatta adalah, Ketua PMI (Palang Merah Indonesia). PMI itu merupakan organisasi yang bersifat kemanusiaan.