BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah  Kapten Agithia Mirza, pilot Rimbun Air yang diketahui jatuh di tengah hutan atau sekitar 3,5 Kilometer dari Bandara Bilorai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Rabu (15/9/2021) lalu.

Jenazah kapten Agithia Mirza tiba di rumah duka di Kompleks AURI, Blok C No.40, RT 02/08, Gang Got, Jalan Bondol, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, sekitar pukul 17.09 WIB, Jumat (17/9/2021).

Jenazah kapten Agithia Mirza diantar menggunakan ambulans PT Angkasa Pura II dengan pengawalan pihak TNI.

Seusai tiba di rumah duka, peti jenazah kapten Agithia Mirza langsung dibawa masuk sebelum disalatkan di Masjid At-taqwa yang tak jauh dari rumah duka.

Jenazah almarhum kapten Agithia Mirza kemudian dimakamkan di Tempat Pemakan Umum (TPU) Taman Bahagia Lanud Atang Senjaya Bogor.

BACA JUGA :  4 Area Rumah yang Wajib Dibersihkan Setiap Minggu Agar Tetap Nyaman dan Sehat

Managing Director PT Rimbun Air Romdani, menyebut almarhum bergabung di Rimbun Air sejak Januari 2021 dan dikenal sebagai pilot yang baik. Kini, pihaknya tengah mengurus semua hak almarhum.

“Nanti ada haknya, namun jumlahnya tidak bisa kita sebutkan, kita sedang urus ke pihak asuransi,” ungkap Romdani.

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa kondisi pesawat yang dibawa oleh almarhum kapten Agithia Mirza saat jatuh dalam kondisi baik.

“Mengenai penyebabnya, kami tidak bisa berkomentar. Karena itu ranahnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pesawat tersebut, sambung Romdani terbilang pesawat baru yang didatangkan dari Kanada pada Januari 2021 dengan peralatan yang dilengkapi standar Indonesia.

BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

“Untuk cockpit voice recorder (CVR) sudah kami serahkan tadi dan tim kami di sana melakukan pengecekan detil dengan tim KNKT. Hasilnya masih menunggu dari tim KNKT,” tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya, Pesawat Rimbun Air seri Twin Otter 300 nomor registrasi PK-OTW dilaporkan hilang kontak pada 15 September 2021 pukul 07.30 WIT, dan ditemukan jatuh di Gunung Wabu, Distrik Sugapa, Papua.

Pesawat dengan rute penerbangan Bandar Udara Nabire menuju Bandar Udara Bilorai di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya tersebut memuat kargo berupa bahan bangunan.

Selain itu terdapat manifest tiga penumpang yang kesemuanya merupakan awak pesawat atas nama HA. Mirza selaku pilot, Fajar copilot dan Iswahyudi yang merupakan teknisi. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================