“Sukarelawan dia, nggak ada dikasih gaji, kalau ada makanan di situ sama-sama makan. Yang azan. Kalau R pergi, Syawal yang azan,” sebut Philip.

Sebelumnya muazin dan jemaah masjid di Medan terlibat saling lapor ke polisi. Keduanya sama-sama merasa menjadi korban penganiayaan.

Kasus penganiayaan yang dilaporkan kedua orang ini terjadi di Masjid Raudhatul Islam, Kelurahan Silalas, Medan Barat, Senin (20/9/2021). Dua orang yang terlibat saling lapor adalah muazin bernama Syawal dan salah satu anggota jemaah berinsial R.

BACA JUGA :  Hadiri HUT ke-80 Bhayangkara, Rudy Susmanto Tegaskan Sinergi Pemkab Bogor dan Polri Kunci Daerah Kondusif

Syawal mengaku menjadi korban penganiayaan oleh R hingga kupingnya nyaris putus. Sementara R mengaku menjadi korban hingga tangannya luka sobek.

Polisi pun membenarkan ada dua laporan yang diterima terkait keributan tersebut. Satu laporan diterima Polsek Medan Barat dan satu laporan lagi diterima Polrestabes Medan.

BACA JUGA :  Benarkah Sihir Bisa Memengaruhi Rumah Tangga? Ini Penjelasan Islam dan Doa Perlindungannya

“Ada dua laporan yang kita terima,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi.

Hadi mengaku pihaknya masih mendalami kedua laporan tersebut. Dia belum menjelaskan apakah kedua pihak telah dimintai keterangan atau belum.

“Kasusnya sedang kita dalami,” tutur Hadi. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================