
Charb mengaku sebagai seorang ateis dan pasifis. Pada 7 Januari 2015, kantor majalah Charlie Hebdo diserbu kelompok bersenjata. Charb dibantai dengan beberapa tembakan. Tujuh rekannya dan dua petugas polisi juga tewas dalam pembantaian tersebut.
Dua hari sebelum kematiannya, Charb telah menyelesaikan sebuah esai tentang Islamofobia.
Satu tahun setelah pembantaiannya, esai tersebut diterbitkan dalam terjemahan bahasa Inggris, dengan kata pengantar oleh Adam Gopnik, dengan judul “Open Letter: On Blasphemy, Islamophobia, and the True Enemies of Free Expression“. (bersambung)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















