Begini Nasib Para Penghina Nabi Muhammad : Mati Tragis hingga Dibayangi Ketakutan (bagian-2)

Charb mengaku sebagai seorang ateis dan pasifis. Pada 7 Januari 2015, kantor majalah Charlie Hebdo diserbu kelompok bersenjata. Charb dibantai dengan beberapa tembakan. Tujuh rekannya dan dua petugas polisi juga tewas dalam pembantaian tersebut.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Dua hari sebelum kematiannya, Charb telah menyelesaikan sebuah esai tentang Islamofobia.

Satu tahun setelah pembantaiannya, esai tersebut diterbitkan dalam terjemahan bahasa Inggris, dengan kata pengantar oleh Adam Gopnik, dengan judul “Open Letter: On Blasphemy, Islamophobia, and the True Enemies of Free Expression“. (bersambung)

BACA JUGA :  Anjing Pemburu Lepas di Bogor, Polisi Kerahkan Tim K9

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================