Kata dia, DS datang ke RS PMI bersama keluarganya sekitar pukul 11.05 WIB dengan kondisi kurang kesadaran akibat pengaruh alkohol. Kondisi DS yang terus melemah, kemudian meninggal dunia saat masih dalam penanganan dokter.

“Hari ini tanggal 13 Oktober, pasien kedua usia 39, laki-laki dengan kondisi penurunan kesadaran, diagnosa intersikasi alkohol disertai shock kardiogenik, datang pukul 11.05 WIB dan meninggal 15.03 WIB,” kata Ayunda.

BACA JUGA :  Rayakan HUT ke-25, Demokrat Kabupaten Bogor Gelar Aksi Langit Biru Asri

Pihaknya menyebut  sempat menerima dua pasien korban pesta miras oplosan. Sebelum DS, satu korban lainnya datang pada Selasa (12/10/2021)  dengan kondisi serupa dengan DS.

“Pertanggal 12 hari selasa kami terima satu pasien laki-laki dengan diagnosa awal itu penurunan kesadaran, ada kejang juga, diagnosa ada interseksi alkohol disertai shock kardionok, datang sekitar pukul 13 49, dan meninggal pukul 15.15 WIB,” ucap Ayunda.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Tinjau BLK, Harapkan Kurangi Angka Pengangguran

“Kedua pasien ini meninggal dengan diagnosa intersikasi alkohol diduga minuman oplosan,” terangnya. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================