
Sebagian ikan laut memang betul mengandung merkuri. Jadi, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan keracunan merkuri, terutama akan menimbulkan gejala gangguan saraf.
Hanya saja, tidak semua ikan mengandung merkuri tinggi. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi, antara lain hiu, makarel raja, ikan pedang, dan tuna sirip kuning.
Ada pula seafood yang kadar merkurinya rendah, seperti salmon, tuna, sarden, dan udang. Jenis makanan laut ini dapat dikonsumsi hingga 340 miligram dalam satu minggu. Merkuri hingga 5 miligram per liter aman dan tidak akan menimbulkan gangguan apa pun di dalam tubuh.
- Ikan Beku Tidak Mengandung Gizi
Produk seafood beku banyak tersedia di pasaran, mulai dari ikan dori fillet, scallop, udang, dan masih banyak lagi. Sayangnya, banyak orang yang meyakini bahwa makanan beku identik dengan nutrisinya yang sudah rusak sehingga dianggap tak bergizi.
Anggapan tersebut adalah mitos tentang seafood yang tidak perlu Anda percaya lagi. Jika makanan laut beku diolah dan didistribusikan dengan cara yang benar, maka nutrisinya tak jauh berbeda dengan makanan laut segar.
Saat mengolah ikan beku, yang penting untuk diperhatikan adalah cara mencairkannya. Untuk mencairkan ikan beku, hindari perubahan suhu yang ekstrem agar nutrisinya tidak rusak.
Oleh karena itu, sebaiknya pencairannya dilakukan perlahan, yaitu dengan cara memindahkan ikan beku dari freezer ke lemari pendingin bagian bawah dulu hingga mencair, baru ikan dikeluarkan dari kulkas untuk dimasak.
- Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Ikan
Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Justru konsumsi seafood memiliki manfaat cukup banyak untuk ibu hamil dan janin.
Ikan baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena kandungan proteinnya yang tinggi. Tak hanya itu, omega-3 dalam ikan juga berperan untuk tumbuh kembang janin.
Seafood dapat berbahaya untuk ibu hamil apabila yang dikonsumsi adalah ikan dengan kandungan merkuri tinggi. Kandungan tersebut dapat mencederai janin dalam kandungan.
Supaya ibu hamil tetap dapat mendapatkan manfaat optimal dari seafood, sebaiknya konsumsi yang kadar merkurinya rendah. Selain itu, hindari makan ikan mentah seperti pada hidangan sashimi.
Demikian beberapa mitos tentang seafood yang beredar di masyarakat. Tentu saja, informasi soal makanan laut tersebut tidak boleh langsung Anda percaya. Ingatlah, seafood dapat memberikan beragam kebaikan untuk tubuh, asal Anda memperhatikan jenis makanan laut yang dikonsumsi serta cara memasaknya.(net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















