“Kami menyadari bahwa itu adalah huruf yang sama, jadi kami memutuskan untuk melanjutkan seperti ini.” Tambahnya.

Meski anak itu bernama Alex, Axel, Xela, Lexa, Xael, Xeal, Exla, Leax, Xale, Elax, dan Alxe, Gwenny Blanckaert dan Marino Vaneeno mengaku tidak sulit untuk mendapatkan nama yang tepat. Lain cerita bagi para guru, terutama dengan lima anak mereka yang belajar di sekolah yang sama.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bogor Minta Dinsos Benahi Data DTSN demi Akurasi Beasiswa hingga Layanan Kesehatan

Pada bulan April tahun depan, Gwenny dan Marino akan menyambut bayi ke-12nya, mereka  berencana untuk menegakkan tradisi penamaan yang sama seperti sebelumnya. Karena empat huruf memungkinkan untuk 24 nama depan yang berbeda, mereka memiliki 13 variasi untuk dipilih.

BACA JUGA :  7 Tanda Seseorang Diam-Diam Merasa Iri, Kenali dari Perilakunya

Tradisi penamaan bayi aneh Gwenny dan Marino pertama kali menjadi berita utama beberapa tahun yang lalu, ketika mereka memiliki sembilan anak. Mereka tetap sibuk sejak saat itu. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================