BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Tahun 2022 TPPAS (Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah) Lulut Nambo, direncakan mulai beroperasi. Namun hanya sebesar 40 persen dari kapasitas 1.800 ton.
Namun dioperasikannya TPPAS yang terletak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor masalah baru bagi Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Pemkab Bogor dijatah membuang sampah di TPPAS itu hanya 260 ton per hari dengan biaya Rp125 ribu per ton atau jika dikalkulasi mencapai Rp32,5 juta per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Asnan kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).
Jadi, kata Asnan bahwa Pemkab Bogor telah menganggarkan untuk membuang sampah di sana tapi hanya selama enam bulan dan itu pun masih proses perencanan karena keterbatasan anggaran.
Saat ini Pemkab Bogor masih memprioritaskan pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mengingat produksi sampah harian mencapai 2.700 ton.
“Nanti kita mau lakukan penataan juga di TPA Galuga. Kita kerja sama dengan Pemkot Bogor karena memiliki area pembuangan lebih besar dari kita,” tutup Asnan.
Untuk diketahui, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtyas Prima mengklaim, sudah tidak ada lagi ganjalan dalam pengerjaan proyek Nambo tersebut.
“Semua kabupaten/kota sudah klir. Izin semua beres. Juga sudah ditandatangani adendum perjanjian kerja sama,” kata Prima melansir Tempo.co
Pada 14 Agustus 2021 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan TPPAS Lulut-Nambo. Adendum tersebut berisi perubahan jadwal konstruksi, serta target operasional TPPAS Lulut-Nambo.
Adendum tersebut muncul setelah PT JBL dengan komposisi pemegang saham lama, saham mayoritas oleh investor Korea Selatan yang menggandeng partner lokal Panghegar Grup, wanprestasi. Pengerjaan proyek molor hingga tenggat terlewati.
“Dari sisi waktu harusnya 26 Juni kemarin selesai,” kata Prima.
Selanjutnya seluruh saham PT JBL diambil alih PT Jasa Sarana, BUMD milik Jawa Barat. Yang selanjutnya menawarkan saham Panghegar Grup pada investor baru. Lewat beauty contest terpilih Euwelle Tech yang selanjutnya memegang 80 persen saham PT JBL.
Prima mengatakan, tidak ada perubahan dalam proyek pengolahan sampah Nambo selain perubahan jadwal dan tenggat yang sudah tuntas lewat penandatanganan adendum oleh gubernur Jawa Barat. Tipping fee yang disepakati tidak berubah yakni Rp 125 ribu per ton.
“Dari sisi kuota sampah, tipping fee gak ada perubahan,” kata dia.
Prima mengatakan, seluruh kewajiban pemerintah daerah untuk mendukung pengerjaan proyek Nambo sudah tuntas. “Dari sisi infrastruktur, dan lahan sudah. Penataan internal sudah. Insya Allah bisa langsung mulai konstruksi,” kata dia.
Prima mengatakan, jika tidak ada kendala maka tahun depan Nambo sudah bisa beroperasi. “Januari 2022 sudah bisa beroperasi 40 persen,” kata dia. (B. Supriyadi)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















