BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Kabar mengejutkan tentang adanya dugaan prostitusi online di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengejutkan masyarakat yang tinggal di desa yang dikenal religius itu, bahkan muspika Kecamatan Jasinga pun kecolongan.
Tak ingin gelar kota santri itu tercemar oleh perbuatan zina para penikmat kenikmatan sesaat, Muspika Kecamatan Jasinga dan aparatur Desa Sipak langsung bertindak dan melakukan sidak ke lokasi yang diduga tempat transaksi prostitusi online.
“Iya betul, kami melaksanakan tindakan pada hari Sabtu 6 November 2021 sekitar pukul 22:00 WIB, bersama pihak Polsek, Koramil dan aparatur Desa Sipak,” ujar Kepala Seksi Pol PP Kecamatan Jasinga, Suhendi saat dikonfirmasi Bogor Today, Minggu (7/11/2021).

Suhendi menjelaskan, saat dilakukan sidak ke lokasi tersebut pasukannya tidak menemukan satu batang hidung pun di tempat, bahkan saat pasukan penegak perda masuk ke dalam kamar yang diduga dijadikan alas untuk enak-enak para pezina, hanya menemukan kasur tipis berwarna merah.
Lucunya, kegagalan Muspika Jasinga dan aparatur Desa Sipak saat sidak menyalahkan pemberitaan media yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik.
“Iya, tapi pas kita kelokasi sudah tidak ada penghuninya, kemungkinan sudah terendus kang, harusnya sih jangan di beritakan dulu biar bisa kita gerebeg, ketika kita tanya ke penghuni warung jawabnya selalu tidak tahu apa-apa,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Berkedokan kos-kosan, bangunan di pinggir jalan yang letaknya persis di seberang sekolah Yayasan Tapritul Kohir/ SMP Penus Muncang, diduga dijadikan tempat esek-esek muda mudi yang mencari kenikmatan sesaat.
Kabar tersebut pun seperti petir di siang bolong yang menyambar Kecamatan Jasinga yang notabene merupakan kota santri. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, KH. Bundari Abbas kaget bukan kepalang saat mendengar kabar tersebut.
“Astagfirullah, Aa pak kyai gak denger, itu Desa Sipaknya di Kampung apa,” Tanya KH Bundari melalui pesan whatsapp. “Ya Alloh igpirlana dunubana,” sambung kyai.
Rasa kaget yang sama pun dialami pria yang mengaku Ketua MUI Desa Sipak. Dia sempat tidak percaya akan kabar tersebut.
“Abdi (saya, red) selaku ketua MUI Desa Sipak, mau menanyakan info adanya prostitusi di Desa Sipak. Itu gimana ya, saya pengen jelas,” kata dia yang mengaku Ketua MUI Desa Sipak melalui pesan whatsappnya.
Setelah diberikan informasi lokasi tempat yang diduga dijadikan praktek esek-esek, dia pun mulai meraba–raba alamat tersebut dan sedikit mengingatnya.
“Itu kaya nya wilayah para pendatang pak. Setau saya kalau deket sekolah pa Jaro pendatang pak. Tapi nanti saya cek,” tuturnya. (Tim Bogor Today)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















