BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan penodongan senjata tajam oleh seorang diduga pengamen kepada penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Bogor beredar luas di media sosial dan diunggah oleh sejumlah akun di Instagram, salah satunya akun @bogor24update.

Dalam video berdurasi 38 detik itu, seorang pria yang mengaku sebagai pengamen meminta sejumlah uang kepada para penumpang yang berada dalam angkot itu. Tampak pula sebilah senjata tajam berupa pisau dengan gagang berwarna biru tergelatak di lantai angkot.

“Terpaksa saya harus mengamen secara apa adanya, yang penting saya tidak mencuri. Kak tolong dibantu buat tambah-tambah biaya istri lahiran, seikhlasnya saja kak,” ujar pria tersebut.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 80 Persen, Jaecoo J5 Pimpin Pasar

Sementara, berdasarkan keterangan dari perekam video, Shofa Maitsa menceritakan peristiwa itu diunggah melalui akun Twitter-nya bernama @maitsssa. Dia menceritakan, pada Senin (6/12/2021) malam sekitar pukul 21.30 WIB, usai pulang kerja dia naik angkot trayek 03.

Dalam keterangan video yang diunggahnya bahwa saat itu, pria tersebut masuk ke dalam angkot dengan mulut bau alkohol, badan sempoyongan, dan matanya berwarna merah. Ia menduga pria tersebut dalam pengaruh minuman keras.

Tak berapa lama, pengamen tersebut menyanyi sambil mengeluarkan senjata tajam (sajam) dari saku belakang celananya. Karena merasa takut, akhirnya dia memberikan uang kepada pengamen itu.

“Awalnya aku nggak mau ngasih, karena takut aku kasih saja yang penting selamat dulu deh,” tuturnya.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia Mobile Legends Jalani Dua Laga Penting di Kualifikasi Asian Games 2026 Hari Ini

Selepas kejadian itu, pihaknya mengaku sudah melaporkan kepada Wakil Wali Kota Bogor dan Satpol PP Kota Bogor melalui akun Intagramnya.

Dikonfirmasi, Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar, menyebut telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Bogor terkait video viral itu.

Atas kejadian itu, Polresta Bogor Kota akan akan menggelar operasi untuk mengantisipasi kejahatan jalanan agar kejadian serupa tak terulang lagi. Terlebih jika menimbulkan korban jiwa.

“Sudah koordinasi dengan Reskrim, kita akan tindaklanjuti informasi dari video itu. Nanti akan ada operasi kejahatan jalanan,” ucap dia. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================