“PLTU Ropa disetop operasi untuk keamanan peralatan karena air laut naik,” ungkap General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko.

Gempa Berkekuatan 7.4

Menurut Jatmiko, air laut sempat naik hingga setinggi 2 meter maka dari itu operasional PLTU dihentikan. Saat ini kondisi air sudah normal, meski begitu pihak Jatmiko masih menunggu informasi lanjutan untuk mengoperasikan kembali PLTU.

“Tadi air laut sempat naik hampir 2 meter. Kondisi saat ini sudah normal,” ungkap Jatmiko.

“Kami masih menunggu info kepastian dari BMKG bahwa kondisi sudah aman makanya belum kami operasikan. Kondisi aman tidak ada gempa susulan,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Setelah Dicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana

Jatmiko menyatakan pembangkit listrik lainnya di Flores tetap berjalan dan beroperasi normal. Dia menegaskan tak ada pemadaman yang terjadi akibat kejadian gempa yang terjadi hari ini.

“Pembangkit lain di Flores, mulai dari Maumere, Ulumbu, dan Labuan Bajo tetap beroperasi normal. Dan tidak ada pemadaman di sistem kelistrikan Flores,” kata Jatmiko.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Untuk diketahui, gempa magnitudo 7,4 mengguncang Larantuka, NTT dan beberapa wilayah di Sulawesi serta Maluku, Selasa (13/12/2021) sekitar pukul 10.20 WIB

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut, namun dicabut pada pukul 13.24 WITA.

Dwikorita berkata masyarakat bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing dan tetap tenang. Namun, ia mengimbau agar masyarakat menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================