Tak hanya melibatkan alat berat, sejumlah organisasi dan relawan terlibat dalam pencarian yang dikomandoi Basarnas.

Dengan demikian, Muhari mengimbau kepada masyarakat agar warga yang antusias melihat kondisi dampak erupsi Semeru tidak berada di lokasi pencarian lantaran akan menghalangi proses evakuasi.

Berikut data pengungsi yang tersebar di berbagai kecamatan di Lumajang, yakni 1.518 pengungsi di tujuh titik Pasirian, 4.563 pengungsi di 8 titik Candipuro, dan 1.056 pengungsi di Pronojiwo.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Kemudian, 334 pengungsi di Sukodono, 312 di Sumbersuko, 421 pengungsi di Lumajang, 97 pengungsi di Yosowilangun, 197 pengungsi di Pasrujambe, dan 31 pengungsi di Randuagung.

Kemudian, 73 pengungsi di Tekung, 152 pengungsi di Senduro, 95 pengungsi di Jatiroto, 171 pengungai di Kunir, dan 55 pengungsi di Klakah.

Muhari juga melaporkan 59 jiwa mengungsi di Kedungjajang, 21 jiwa di Gucialit, 205 di Padang, 49 di Ranuyoso, 60 jiwa di Rowokangkung, 693 jiwa di Tempeh.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

“Total pengungsi yang tercatat 10.565 jiwa,” kata Muhari.

Sebelumnya, Gunung Semeru meletus pada Sabtu (4/12/2021). Selain mengakibatkan puluhan korban jiwa dan hilang, ribuan rumah dan beberapa fasilitas publik juga rusak. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================