
Menurut Dedie, membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk mengelola atau menyiapkan planingnya, agar Kota Bogor punya pusat pelayanan publik terpadu. “Akan berdiri sekitar 20 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari total 30 OPD yang ada di Kota Bogor,” katanya.
Selain itu, lahan seluas 2,5 hektare yang berada disamping Kelurahan Katulampa, rencananya akan dijadikan kantor samsat. “Jadi samsat yang sekarang ada di Bakorwil, rencana kedepan akan menempati lahan tadi,” katanya.
Kemudian Dedy menambahkan, lokasi calon pusat pemerintahan baru Kota Bogor mempunyai 2 akses. Pertama akses dari Tol Jagorawi atau melalui jalur Regional Ring Road (R3) dan dilanjutkan melalui jalur Sumarecon.
“Kemudian tahun depan Insha Allah pengembang akan bikin frontage road samping tol dari Danau Bogor Raya sampai kesini. Jadi, nyambung semua,” pungkas Dedie. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














