Sementara, kata Yanton token kripto lain baru memulai proyek aset setelah mata uangnya diluncurkan, berbeda dengan SPY yang telah dipersiapkan sejak 4 tahun lalu di Kota Bogor berupa usaha perdagangan retail dan grosir dengan menggabungkan konsep berbelanja offline dan online yang mengintegrasikan berbagai sistem transaksi dengan flatform digital untuk menambah pengeluaran menjadi penghasilan.

Konsep berbelanja tersebut, tentunya didukung denga jaringan warung serba ada di beberapa kota, paltform belanja digital ke Google Play.

BACA JUGA :  Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah: Bantu Melembapkan hingga Lindungi Kulit

“Saat ini, setiap orang yang menggunakan POS atau Point of Sales Smarty untuk bertransaksi, akan mendapatkan imbalan berupa poin yang bisa dikonversikan menjadi SPY sehingga keuntungan akan menjadi besar,” ujar Yanton.

Pada kesempatan itu, Yanton juga memperkenalkan berbagai fitur mulai dari POS Mini yang bisa digunakan untuk pelaku usaha yang hanya menggunakan smartphone android nya, serta teknologi Decentralize Finance (DeFi) untuk mendapat tambahan aset kripto.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Dengan demikian, Yanton juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, dirinya berencana akan mengembangkan Play to Warna (P2E) gaming. Semua fitur tersebut akan menjadi keunggulan dari Smarty dan token SPY. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================