BOGOR-TODAY.COM, LUMAJANG – Video aksi tendang sesajen viral di media sosial. Kabar tersebut diunggah oleh akun Twitter @setiawan3833, Sabtu (8/1/2022).
“Janganlah berlaku sombong dengan tidak menghormati kearifan lokal, adat dan budaya lainnnya. Kejadian di Sumbersari, Lumajang,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.
“Masyarakat Lumajang masih heterogen. Banyak penganut kepercayaan. Bahkan di Sumbersari Pronojiwo banyak penganut Hindu,” tambahnya.
Melansir cnnindonesia.com, Senin (10/1/2022) Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan bahwa video viral tersebut terjadi di kawasan erupsi Gunung Semeru. Kata dia, saat ini pria dalam video tersebut sedang dalam pencarian.
“Kita masih melakukan pencarian terhadap pelakunya. Mohon dukungannya,” kata Eka.
Salah seorang seorang warga sekitar, Khatib, menyayangkan aksi pria tendang sesajen Semeru. Pasalnya sesajen merupakan warisan budaya leluhur yang masih dipegang banyak masyarakat sejak lama.
Aksi pembuangan sesajen itu, menurutnya melukai tradisi serta perasaan banyak warga lereng Gunung Semeru.
“Ngawur itu bisa memecah kerukunan umat beragama. Apalagi dia juga nyebut kalau sesajen ini penyebab Semeru erupsi,” kata Khatib.
Hal senada juga diungkakan relawan Christian Joshua Pale. Menurutnya hal itu tak perlu terjadi jika semua pihak bisa menghargai perbedaan.
“Belajarlah menghargai perbedaan,” ucap Joshua.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku kecewa dengan aksi membuang dan menendang sesajen yang dilakukan oleh seorang pria, di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.
Thoriq mengatakan aksi uang dilakukan pria tersebut sudah mengganggu kepercayaan warga di sekitar lereng Semeru. Ia pun meminta agar pelaku dicari.
“Saya minta segera untuk dicari, dan saya minta harus untuk pelaku mengklarifikasi supaya ini tidak mengganggu kami yang ada di Lumajang saat ini damai,” kata Thoriq.
Ia pun meminta relawan untuk mencari identitas siapa pelaku pembuangan sesajen tersebut. Juga menginstruksikan aparat untuk memburunya.
“Saya minta semua teman-teman, baik aparat maupun relawan di sana untuk mencari, dari mana orang itu, atau identitasnya siapa itu, dari kelompok mana itu,” katanya. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














