
Ade mengungkapkan, menjelang pembelajaran tatap muka, anak-anak harus sudah terbangun imunitasnya. Jadi herd immunity ini juga harus terwujud di kalangan anak-anak. Kemudian, percuma gurunya divaksin tetapi anak-anaknya tidak divaksin. Sebaliknya percuma anak-anaknya divaksin tapi gurunya atau orang tuanya tidak divaksin, maka semua harus divaksin.
“Saya juga mengingatkan, dengan adanya Varian Omicron, kita harus meningkatkan kewaspadaan, karena penularannya begitu cepat. Apalagi daerah tetangga kita seperti Jakarta dan Bekasi angka kasusnya lumayan sedang naik. Satgas Covid di tingkat RT, RW, desa dan kecamatan harus diaktifkan kembali agar gelombang ketiga ini dapat ditangani dengan baik,” ujar Ade Yasin.
Ade mengajak kobarkan terus semangat, supaya masyarakat kita bisa tetap sehat. Untuk itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan, tetap jaga protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menjelaskan, pada launching vaksinasi anak usia 6-11 tahun, target sasaran 278 anak di SD 01 Cariu. Sementara, sasaran vaksinasi anak di Kabupaten Bogor sudah tercapai 40,44 persen,
“Untuk capaian vaksinasi usia 12 tahun ke atas dosis pertama, khusus untuk Kecamatan Cariu sudah tercapai sebanyak 90%, Lansia 60%, anak sekolah sudah 57%. Mudah-mudahan herd immunity di Kecamatan Cariu sudah lebih baik,” jelas Mike.
Ia menambahkan, untuk vaksin booster di Kabupaten Bogor saat ini kami sudah menjadwalkan dan masih menunggu vaksin dari pusat sebanyak 26.400 dosis, terdiri dari vaksin Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna. (*/Sandi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















