Serangan jantung
Mengapa Serangan Jantung Sering Terjadi di Kamar Mandi? . Foto : Ilustrasi.

BOGOR-TODAY.COM – Kabar seseorang mengalami serangan jantung di kamar mandi kerap terjadi. Hal ini dipicu oleh ventrikel fibrilasi, yaitu gangguan sinyal listrik pada ventrikel jantung.

Gangguan ini menyebabkan ventrikel hanya berdenyut, sehingga menimbulkan gejala jantung berdebar cepat dan tidak teratur. Meski begitu, di saat bersamaan dengan jantung berdetak, darah justru berhenti dipompa.

Henti jantung dapat terjadi karena beragam faktor, termasuk sejumlah aktivitas yang dilakukan di toilet dan kamar mandi. Berikut penjelasannya:

  • Buang Air Besar

Buang air besar (BAB) merupakan salah satu penyebab henti jantung di toilet. Dijelaskan dr. Reza Fahlevi, hal ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki gangguan jantung dan punya tekstur feses keras maupun mengalami sembelit. Sembelit alias konstipasi merupakan kondisi kesulitan BAB.

Baca Juga :  Diduga Pecah Ban, Mobil Toyota Calya Terperosok Masuk Gorong-gorong di Bogor

“Ketika BAB mengeras, individu akan mengejan. Karena adanya kontraksi dari otot perut, kerja otot-otot jantung juga meningkat,” katanya.

Pada kondisi lain, aktivitas mengejan dapat pula menekan saraf vagus pencernaan. Dampak saraf vagus yang tertekan dapat menyebabkan detak jantung melambat, sehingga mencetuskan henti jantung.

“Selain itu, rasa nyeri akibat konstipasi juga membuat jantung berdebar, sehingga meningkatkan risiko henti jantung,” dr. Reza menambahkan.

  • Mandi Pakai Air Terlalu Panas Maupun Dingin

Mandi menggunakan air yang terlalu panas, dengan suhu melebihi 44 derajat Celcius dapat memengaruhi detak jantung. Hal ini juga berlaku ketika mandi menggunakan air yang terlalu dingin, dengan suhu di bawah 21 derajat Celcius.

Baca Juga :  Terbakar Cemburu, Pria di Bogor Bakar Istri

Pasalnya, suhu air yang terlalu panas maupun dingin memaksa suhu tubuh beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini menekan arteri dan kapiler yang dapat meningkatkan risiko henti jantung.