
Mardia (56), ibu kandung dari korban Eko Saputra mengaku tak mengetahui secara jelas peristiwa yang menimpa anak keduanya tersebut.
“Kami ni dak tahu masalahnyo apo. Dari siang tadi ceritonyo dio makan di rumah dan minta duet Rp5 ribu. Pas maghrib dio keluar, selesai Isya pukul 21.30 WIB ado dari wong Kelurahan ngasih tau kalau anak aku la terkapar di deket kelurahan situ,” ujarnya kepada wartawan.
Mendapat informasi mengejutkan itu, Mardia mendatangi TKP dan benar saja, buah hatinya itu sudah tergeletak bermandikan darah.
Dari penuturannya, korban mengalami dua luka di bagian leher, luka tikaman di atas kening, dan luka robek dekat kuping, serta ditemukan juga senjata tajam kecil di dekat jasad korban.
“Kapan kujingok (kulihat) la mandi darah anak aku. Orang yang melihat tak berani mendekat. Saat itu wajahnya (korban) masih penuh darah. Kemudian, botol air mineral yang berisikan air aku basuhkan ke wajah anakku untuk mengenalinyo,” ujar Mardia sambil menitikkan air mata.
Akhirnya jenazah korban dibawa ke RS Muhammadiyah Palembang dan selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Hingga berita ini dibuat, pihak kepolisian masih memburu pelaku pembunuhan terhadap Eko Saputra. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















