Upaya Mengurangi Tawuran Pelajar di Kota Bogor, Butuh Peran Serta Orangtua

Dedie juga mengingatkan kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif. Terutama dalam hal melaporkan kejadian – kejadian yang mencurigakan kepada pihak yang berwajib.

“Termasuk di wilayah. Kalau ada yang mencurigakan atau mengarah ke kejahatan, dilaporkan ke polsek setempat. Saat ini ada beberapa tim yang mungkin bisa dikoordinasikan untuk melakukan langkah lanjutan,” tambah Dedie.

Sementara, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengungkapkan apresiasi terhadap jajaran kepolisian yang sudah berupaya mengamankan Kota Bogor dari tindakan kriminal.

“Tidak ada yang diuntungkan ketika kasus seperti ini terjadi. Kami imbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor terutama yang berkeluarga bisa memberikan edukasi terbaik. Kita ingin Kota Bogor jadi kota yang nyaman, beradab dan memiliki peradaban,” tambah Atang

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Sementara itu, berdasarkan catatan Satgas Pelajar Kota Bogor angka pekelahian atau tawuran antar pelajar tiap tahun mengalami penurunan signifikan. Namun Satgas menyayangkan jika bentrokan pelajar terjadi pada dini hari. Makanya Satgas Pelajar menolak bila tawuran antar pelajar pada malam hari ini disebut sebagai tawuran pelajar.

Tawuran antar kelompok yang terjadi pada dini hari tidak serta merta langsung dikatakan sebagai tawuran antar pelajar. Peran orangtua dalam pengawasan anak-anak di dalam rumah menjadi hal penting untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan setelah jam sekolah.

Saat ini keberadaan Satgas pelajar sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para siswa ketika hendak pergi sekolah sampai kembali kerumah. Namun disisi lain peran dan fungsinya sering kali dijadikan titik persoalan setelah mapun saat terjadinya tawuran. (*)

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Kasus Tawuran Periode Januari – Februari 2022

* Kasus atau pelaku tindak tawuran    : 92 orang

* Yang ditetapkan tersangka               : 21 orang

* Para pelaku diamankan dari             : 15 kasus laporan yang masuk

* Lokasi tawuran                                : 14 lokasi berbeda

* senjata yang diamankan                   : 33 sajam berbagai jenis

* Kendaraan untuk aksi kekerasan        : 28 unit kendaraan roda dua

* Jam-jam tawuran                             : di atas jam 2 atau 3 malam

* Dari 15 laporan yang masuk, 2 kasus kekerasan fisik atau penganiayaan dengan tiga korban luka berat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================