BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – BA (40) dan MS dua pedagang sate di Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor dikeroyok sekelompok preman lantaran menolak memberikan uang ‘jatah preman’.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Kuswaha membenarkan insiden itu. Akibat pengeroyokan itu BA mengalami luka sobek di bagian kepala dan tangan kanan, informasinya sudah bisa pulang (tidak dirawat). Sedangkan MS, anaknya luka di bagian wajah, kepala, dan jari tangan, masih dirawat di RS

BACA JUGA :  Kota Bogor Sabet Opini WTP Ke-10 dari BPK Jabar

“Iya kejadiannya pada Rabu (13/4/2022) sore. Satu pelaku utama yang ngebacok sudah kita amankan bersama barang bukti sebilah golok,” papar Kuswaha kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).

Kuswaha menceritakan peristiwa pengeroyokan tersebut berawal dari kedua korban menolak memberi uang yang diminta pelaku.

Kuswaha melanjutkan, korban dan pelaku sempat terlibat baku hantam lalu dilerai warga. Tak berselang lama, pelaku kembali datang bersama teman-temannya dan langsung menganiaya kedua korban.

BACA JUGA :  Mengapa Tawon Sering Membuat Sarang di Rumah? Kenali Faktor yang Menarik Kehadirannya

Kepada polisi, salah satu korban, BA, mengatakan saat itu pelaku datang seorang diri ke lapak sate dan sop milik ayahnya, MS. Bahkan BA juga mengaku sempat terlibat baku hantam dengan pelaku.

Saat ini, kata Kuswaha, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu para lainnya yang terlibat pengeroyokan.

“Kasusnya masih dalam proses pengembangan,” ujar Kuswaha. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================