
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pasca meninggalnya balita berusia 2 tahun asal Kampung Cisarua RT 01/07, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor akibat menderita gizi buruk dan meningitis (radang selaput otak), mulai menarik perhatian dari pelbagai kalangan.
“Kedatangan kami hari ini, karena ramainya pemberitaan. Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari teman- teman media akhirnya kami bisa terjun langsung ke lapangan dan bisa tahu kondisi yang ternyata di Kecamatan Cigudeg masih saja ada pasien gizi buruk,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat, Kecamatan Cigudeg, Imas Masmawati, Rabu (27/4/2022).
Miris memang, pejabat tingkat desa hingga kecamatan tidak mengetahui kondisi masyarakatnya sendiri. Mulai peduli dan mencari simpati jika sudah ramai diberitakan. Keluarga miskin pun hanya diiming–imingi dan diberjanji – janji saja.
“Saya ingin hal ini tidak terulang kembali, cukup ini menjadi pembelajaran bersama. Mudah-mudahan kedepan kita bisa mengambil langkah dengan pihak UPT Kesehatan untuk terus memonitoring dan koordinasi dengan pihak desa maupun dengan Dinas kesehatan Kabupaten Bogor,” janji dia.
Sementara itu, Waludin (37) ayah balita yang meninggal tidak begitu bahagia dengan kedatangan rombongan dari pihak kecamatan, karena kedatangan mereka dianggap telat dan tidak bisa mengembalikan nyawa anaknya.
“Saya tidak bisa bilang apa-apa selain berterimakasih kepada yang hari udah datang dengan memberikan bantuan, dan semoga semuanya lebih baik aja,” tukas Priya yang ternyata buta huruf.
Imas Masmawati yang hadir membawa rombongan dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigudeg, Tenaka Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) beserta Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM).
Namun sangat disayangkan, hingga kini kepala Desa Banyuresmi tak menampakan batang hidungnya, hanya staf desa yang hadir untuk mendapatkan penjelasan dari pihak keluarga pasien terkait kronologi yang menurutnya sesuai dengan apa yang ramai diberitakan. (Didin/CR)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















