Iptu Ferry Andriatna bercerita, para orangtua juga meminta maaf ke pengelola tol Tangerang-Merak atas perilaku anak-anaknya yang membuat konten berbahaya.

“Di bawah umur semua, kalau kami amankan ada 8 orang. Kalau itu masih sekolah SMP semua. Termasuk orangtuanya juga dipanggil, orangtuanya juga udah mohon maaf ke pihak tol atas kejadian tersebut,” terangnya.

BACA JUGA :  Mengapa Ada Orang Berambut Keriting? Ilmuwan Ungkap Ini

Polisi mengimbau kepada siapapun, untuk tidak membuat konten berbahaya dan tidak mengejar viralisasi dengan aksi yang membahayakan nyawa.

Para pembuat konten berjaya di jalan tol Tangerang-Merak merupakan warga Kecamatan Walantaka, yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Hotel Transylvania 5 Siap Tayang 2027, Bawa Kisah Baru

“Sebagian ada Walantaka sebagian ada di luar Walantaka. Semalam sudah (selesai),” jelasnya. –(Net).

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================