BOGOR-TODAY.COM – Penyebaran demam berdarah dengue atau DBD tak hanya terjadi di lingkungan sekitar, seperti sekolah atau kantor, akan tetapi Anda harus waspada dengan beberapa lokasi wisata jika saat musim hujan, sebab pada musim ini identik dengan musim berbagai penyakit, termasuk DBD.

Untuk itu, Sebaiknya pemilihan lokasi wisata perlu diperhatikan secara saksama.

Berikut ini adalah jenis lokasi wisata yang harus dihindari saat angka kejadian demam berdarah tengah meningkat menurut dr. Sepriani Tmurtini Limbong.

  1. Tempat yang memiliki banyak genangan air

“Pada dasarnya, jangan pergi ke tempat wisata yang berpotensi menampung air yang banyak. Selain itu, jangan ke lokasi yang airnya statis, seperti laut atau sungai,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Sepri ini.

Ini karena nyamuk Aedes aegypti memang suka dengan air tenang. Proses berkembang biaknya akan semakin maksimal. Di sisi lain, nyamuk demam berdarah makin senang ketika mendapati tempat atau genangan airnya memiliki suhu yang dingin.

  1. Tempat gelap atau rindang

Selain berkembang biak di air yang tenang atau genangan air, nyamuk Aedes aegypti diketahui suka dengan tempat yang gelap dan rindang. Maka hindari lokasi-lokasi seperti hutan bakau, kebun raya, atau taman bunga.

  1. Tempat yang dipenuhi pohon
BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Pohon, genangan air, dan tempat agak rindang adalah jenis lokasi sempurna untuk nyamuk demam berdarah bersarang. Tempat wisata seperti hutan, perbukitan, atau tempat yang sering dijadikan perkemahan yang banyak pohonnya biasanya juga dipenuhi nyamuk yang bersarang.

Berdasarkan klasifikasi yang disebutkan oleh dr. Sepri di atas, lokasi wisata secara spesifik yang harus dihindari pada saat musim demam berdarah seperti sekarang ini adalah:

  • Rawa
  • Hutang bakau (mangrove)
  • Danau
  • Hutan atau taman kota
  • Tempat pemancingan

Jika memang terpaksa harus pergi ke salah satu tempat di atas, misalnya karena acara outing kantor atau kumpul-kumpul keluarga, jangan lupa menyiapkan perlindungan. Misalnya menyiapkan pakaian yang dapat melindungi tubuh serta membawa serta losion atau semprotan anti nyamuk.

Menakar Efektivitas Losion Anti Nyamuk

Karena praktis, losion anti nyamuk kerap dijadikan andalan banyak orang untuk melindungi kulit dari gigitan nyamuk. Namun, apakah pemakaiannya benar-benar efektif?

Perlu diketahui, losion anti nyamuk mengandung bahan kimia yang disebut DEET. Bahan ini merupakan bahan aktif yang paling umum digunakan di berbagai obat anti serangga, termasuk dalam losion anti nyamuk. Fungsi DEET sendiri bukanlah untuk membunuh, tapi lebih pada menghalau nyamuk. DEET bekerja melapisi permukaan kulit dengan uap penghalang, agar nyamuk tak hinggap di kulit.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Menurut dr. Sepri, penggunaan losion memang cukup ampuh untuk mencegah demam berdarah. Menggunakan losion adalah perlindungan pribadi yang bisa dilakukan untuk mencegah demam berdarah selain melakukan 3M Plus.

Namun, bagi Anda yang cukup sensitif dengan bahan dari losion nyamuk, penggunaan ini harus dipikirkan lagi. Sebab, tak jarang losion anti nyamuk bisa membuat kulit panas dan malah membuat Anda tidak nyaman dalam beraktivitas.

Anak-anak juga boleh menggunakan losion anti nyamuk, dengan catatan bahwa produk yang dipilih aman dan khusus untuk usia mereka.

Berlibur ke lokasi wisata yang belum pernah Anda kunjungi atau lokasi favorit keluarga tentu menyenangkan. Namun, mengingat sekarang sedang waspada demam berdarah yang datang bersamaan dengan musim hujan, cobalah untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih destinasi wisata. Jangan sampai niat awalnya ingin berlibur dengan keluarga, tapi ketika pulang justru harus dirawat karena terkena demam berdarah. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================