
“Gara-gara kasus ini istri saya meninggal karena jadi pikirannya setiap hari,” ucapnya lagi.
Kekinian proses hukum dijalankannya masuk tahap kedua di Kejaksaan Negeri Palembang, yakni penyerahan bukti dan penahanan terhadapnya.
“Saya minta keadilan!. Saya tidak salah, saya tidak salah,” ucapnya terus menangis Kuasa hukum Saparudin dari kantor Hukum Achmad Azhari.
Pihak kuasa hukum menolak apabila kliennya ditahan.
“Dia berjalan saja tidak bisa bagaimana mau melakukan kekerasan. Dia itu stroke, klien kami juga saat itu melerai perkelahian kebenaran terjadi di seputaran rumahnya,” kata Ketua kantor Hukum Achmad Azhari.
“Tolong Jaksa melihat kasus ini menggunakan hati nurani anda karena terdakwa juga mengalami sakit stroke,” ujar Achmad Azhari. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















