
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande memiliki visi dan misi menjaga tradisi budaya dengan membentuk karakter anak bangsa agar memiliki adab dan etika.
Dalam pembelajaran yang diberikan oleh Saung Pelestarian Penca Cimande tidak hanya gerakan silat, tetapi mendidik karakter anak salah satunya dengan menerapkan pembatasan penggunaan handphone atau gawai.
Pimpinan Saung Pelestarian Penca Pusakan Cimande Ki Didih mengatakan pembatasan penggunaan handphone tak lepas dari perjanjian antara pembina saung pelestarian penca pusaka Cimande, anak didik dan para orang tua. Tujuannya, agar membentuk karakter anak untuk lebih baik dan mengantisipasi kecanduan dalam menggunakan handphone.
“Sudah ada kesepakatan perjanjian bahwa mengunakan handphone hanya sampai jam 21.00 WIB saja,”ujar Ki Didih kepada bogor-today.com, Jumat (08/07/2022).
Untuk mendidik adab serta karekter anak tidak cukup di Pesantren dan disekolah saja, akan tetapi tetap ada namanya kearifan lokal yang harus dilibatkan.
Sebagai informasi, prestasi yang paling dibanggakan oleh saung penca bisa mengurangi penggunaan handphone, karena di Saung Penca tersebut menerapkan aturan saat bermain handphone, baik untuk usia anak-anak hinga orang dewasa.
“Aturan tersebut yaitu, anggota saung penca tidak diperbolehkan menonton hal hal yang bersifat negatif dan tidak boleh mengoreksi kesalahan orang lain,”lanjutnya
Dengan adanya Taleq Cimande, anggota saung penca tidak dapat berbohong dalam menggunakan handphone dengan aturan yang sudah diterapkan. Seandainya melanggar dengan melewati batas waktu yang telah disepakati yaitu dari pukul 21.00 akan dikenakan sangsi dan anak-anak tidak bisa berbohong.
“Kami memantau terus, kalau bohong sangsinya doubel karena ada taleq. Alhamdulillah dalam waktu satu tahun ini mulai berhasil mengurangi pemakaian handphone,”pungkasnya (Fadilah)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















