
“Dengan kemitraan dengan Yayasan Rumah Kedua ini diharapkan terjadi percepatan sosialisasi program pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS pada Siswa,” tegas Hanafi.
Sementara, Sri Sugiarti, Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Bogor mengatakan, sosialisasi Pencegahan NAPZA dan Pendidikan Seks ada dalam program sekolah di bawah tanggung jawab Wakasek Kesiswaan dan rutin dilaksanakan oleh sekolah kami dengan para mitra.
“Kami menyambut baik kemitraan dari Yayasan Rumah Kedua Indonesia untuk memberikan edukasi berkala kepada Siswa kami,” kata Sri.
“dari pertanyaan yang disampaikan oleh Siswa saat kegiatan, kami dapat membuat pemetaan dan memahami tingkat pengetahuan Siswa sekolah kami mengenai NAPZA & HIV/AIDS, sehingga kami dapat merencanakan kegiatan yang tepat dengan kondisi Siswa di sekolah kami,” tutur Tati Hermiati, Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Bogor.
Dr. Lamsaria Siburian, MARS, dari Klinik Angsa Merah menjelaskan, kami dengan Yayasan Rumah Kedua Indonesia dalam berbagai fokus kegiatan khususnya di Kota Bogor sangat disambut baik karena dapat membuat percepatan usaha pencegahan berkembangnya kasus baru pecandu NAPZA dan Penderita HIV/AIDS di Kota Bogor. “Apabila ada warga Bogor yang ingin konsultasi dapat mengunjungi Klinik Angsa Merah terdekat yaitu di Menteng dan Cipete, Jakarta dan Depok,” jelasnya.
Apabila ada Lembaga/Instansi/Sekolah yang ingin mendapatkan edukasi dan kegiatan yang menjadi berhubungan dengan ADHA (Anak dengan HIV & AIDS), Anak Disabilitas Intelektual, Kesehatan Mental Perempuan, dan Pelestarian Lingkungan hidup, dapat mengirimkan pesan Direct Message (DM) di akun Instagram kami @yayasanrumahkedua untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















