
Lebih lanjut ia menambahkan, pengelolaan sampah ini nantinya tidak hanya ada di Intake Ciherang Pondok saja, hal serupa juga dilaksanakan di intake-intake lain yang dikelola Perumda Tirta Pakuan.
“Kita akan buat tidak hanya di Ciherang Pondok, Seperti di Intake Cikereteg, kemudian Pasir Angin, di mana sampahnya cukup besar, sehari bisa 3 sampai 4 kubik, Jadi kita buat kompos,” jelasnya.
Dengan demikian, kata Ardani, sampah organik yang sebelumnya hanya dibakar begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk kompos. “Jadi sampah yang tersaring kita pilah, mana yang sekiranya bisa jadi kompos dan yang tidak kita angkut buang,” katanya.
Sejauh ini, Ardani belum bisa menjelaskan berkenaan produksi pupuk kompos yang dihasilkan, mengingat baru memulai untuk pengelolaan sampah.
“Iya pastinya sekarang ini masih baru dan kita akan informasi lebih lanjut terkait program ini sampah menjadi pupuk kompos,” ucap Ardani. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















