
Karena tamanan harus berusia remaja terlebih dahulu agar bisa dilihat apakah benar benar tersilangkan dan melihat karakternya,” ujar Albert.
Selain itu juga, Albert yang juga hobi merawat tamanan air jenis Aroit Cyptocorin yang didapatnya dari hutan Indonesia dan malaysia.
Tanaman hutan itu, kata Albert tidak diperjualbelikan, hanya saja untuk didata. Sebab, saat ini banyak lahan sawit dan sungai yang kering, sehingga dikhawatirkan punah.
“Jadi dulu ada instansi swasta yang peduli dengan tanaman hutan Cyptocorin ini. Karena jenis tanaman itu sulit harus butuh penanganan ekstra. Jadi tempat pun jadi hambatan kalau belum siap, tanaman ini hidupnya di simpan di toples,” kata Albert
Albert mengisahkan, hobi merawat tanaman berawal dari kecintaan dan kepedulian terhadap tanaman sejak duduk dibangku SMP. Awalnya, ia hanya memiliki tanaman jenis bonsai dan tanaman air untuk menghiasi aquarium.
Saat itu, pemasarannya sendiri, Albert hanya memanfaatkan media sosial @Flora Folia Indonesia dan telah mengekspor ke berbagai negara asia hingga eropa termasuk Indonesia. Harganya, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Namun ketika beberapa negara mulai melonggarkan akitivitas warganya pada masa pandemi Covid-19 ekspor tanaman hias ke sejumlah negara mengalami penurunan.
“Kalau sekarang ada penurunan pesanan mungkin peminatnya sudah punya tanaman hias apalagi di negara lain,” ungkapnya. (Fadilah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















