
Namun memang, beberapa pria dengan HIV melaporkan adanya beberapa gejala tambahan. Meski demikian, perlu dicatat bahwa beberapa gejala ini bisa juga menjadi tanda dari kondisi lain.
- Dorongan seks rendah
Dorongan seks yang rendah menjadi salah satu tanda dari hipogonadisme. Kondisi ini terjadi saat testis tak lagi menghasilkan cukup hormon testosteron yang membangkitkan gairan seks.
Selain menurunkan libido, hipogonadisme juga memicu beberapa kondisi lain seperti berikut:
- Disfungsi ereksi
- Depresi
- Kelelahan
- Infertilitas
- Menurunnya pertumbuhan rambut di tubuh
- Pertumbuhan jaringan payudara
- Luka pada penis
Salah satu gejala umum HIV adalah adanya luka terbuka di area mulut atau kerongkongan. Namun, luka juga bisa muncul pada anus atau penis.
- Nyeri saat buang air kecil
Dalam kebanyakan kasus, nyeri saat buang air kecil menjadi gejala dari infeksi menular seksual lain seperti gonore atau klamidia. Namun, pada kasus HIV, kondisi ini bisa menjadi tanda pembengkakan prostat atau prostatitis.
Selain nyeri saat buang air kecil, prostatitis juga bisa memicu gejala lain seperti berikut:
- Sakit saat ejakulasi
- Lebih sering kencing
- Urine berwarna keruh atau berdarah
- Nyeri pada penis
- Nyeri punggung bawah, perut, atau selangkangan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















