
BOGOR-TODAY.COM – Carolina Reaper digadang-gadang menjadi cabai terpedas di dunia. Bahkan, Carolina Raper berhasil mengalahkan cabai Jalapeno yang berasal daari Meksiko.
Melansir orami.co.id, Jumat (9/9/2022) Cabai terpedas di dunia merupakan hasil perkawinan silang antara cabai Naga Pakistani dengan jenis cabai Habanero dari Pulau St Vincents di Hindia Barat. Pengembangan varietas tersebut dilakukan di Carolina Selatan, seperti dilansir Chili Pepper Madness.

Cabai Naga Pakistani merupakan keluarga dari cabai Naga Morich yang dibudidayakan di Bangladesh dan India Timur Laut. Beberapa cabai dari keluarga ini adalah Bhut Joloka, alias “Ghost Pepper”, yang menjadi salah satu cabai super pedas asli.
Bhut Jolokia mencapai lebih dari 1 Juta SHU, menjadikannya cabai yang sangat pedas. Sementara cabai Habanero merupakan cabai pedas dengan rasa jeruk.
Meski tidak sepedas cabai Naga, namun tingkat pedasnya 12 hingga 140 kali lipat cabai jalapeno. Hasil kawin silang keduanya menghasilkan Caroline Reaper.
Ukuran varietas ini cukup kecil, sekitar dua setengah hingga lima setengah sentimeter atau sekitar dua buku jari orang dewasa. Permukaan kulitnya cenderung bergelombang, meski beberapa Carolina Reaper memiliki permukaan kulit yang halus.
Warna Carolina Reaper terlihat merah menyala. Salah satu ciri khas dari Carolina Reaper adalah ekor seperti kalajengking yang khas.
Saat ini Carolina Reaper terdaftar Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia. Sebagai cabai terpedas di dunia, Carolina Reaper tercatat memiliki tingkat kepedasan 1.400.000 hingga 2.200.000 Scoville Heat Units.

Jumlah itu setara dengan 175 hingga 880 kali lebih panas dari cabai jalapeno. Ukuran panas atau pedas cabai jalapeno sendiri rata-rata sekitar 5.000 SHU. Melansir The Jerky Hut, sepanjang tahun 2020 tercatat ada 10 cabai terpedas di dunia.
Salah satunya adalah cabai hantu atau Ghost Pepper, yang disebut memiliki tingkat panas yang luar biasa, dan merupakan salah satu paprika super pedas. Tetapi Carolina Reaper membawa panas itu ke tingkat yang sama sekali baru.

Ghost Pepper memiliki tingkat panas antara 855.000 hingga 1.041.427 SHU. Jadi, jika membandingkan dua cabai terpedas di dunia tersebut, Carolina Reaper masih berada di posisi teratas.
Meski tercatat sebagai cabai terpedas di dunia, Carolina Reaper masih bisa dikonsumsi lho. Cabai yang satu ini sering ditambahkan ke saus pedas atau salsa sebagai penyedap rasa manis dan pedas yang hebat.
Carolina Reaper juga biasa digunakan sebagai campuran saus yang bisa digunakan untuk membumbui sayap ayam, daging matang, pasta, dan tentu saja hidangan Asia seperti semur dan cabai.
Juga bisa mengeringkan dan menggilingnya menjadi bubuk cabai untuk digunakan sebagai bumbu. Namun yang jadi catatan, Moms perlu menggunakan sarung tangan saat membuat berbagai resep dari Carolina Reaper untuk melindungi kulit dari capsaicin yang kuat.
Selan itu gunakan juga kacamata pelindung. Karena Carolina Reaper sangat menyengat. Moms juga perlu berhati-hati saat mengonsumsinya, karena paprika dapat menyebabkan reaksi visceral di dalam tubuh.

Paprika akan bertahan 1-2 minggu jika dibungkus dengan plastik dan disimpan utuh dan tidak dicuci di lemari es.
Fakta Carolina Reaper
Umumnya, Carolina Reaper berwarna merah menyala dan mengkilap, dengan ukuran kecil dan permukaan kulit yang bergelombang. Namun, bentuknya bisa bervariasi tergantung pada tanah dan iklim tempat mereka tumbuh.
Yang paling sering ditemukan adalah Carolina Reaper yang bentuknya gemuk dan pendek. Diameter rata-ratanya sekitar lima centimeter dengan panjang seukuran dua buku jari orang dewasa.
Selain itu, bagian ekornya kecil dan melengkung seperti ekor kalajengking. Tekstur dagingnya renyah dan berair dengan beberapa biji berbentuk bulat dengan warna krem.
Rasanya pedas dan meninggalkan panas yang kuat di lidah dan tenggorokan. Meski begitu, Carolina Reaper memiliki sentuhan rasa manis seperti kayu manis dan cokelat.
Biasanya, Carolina Reaper muncul pada pertengahan musim panas hingga musim gugur. Hampir sama dengan kebanyakan cabai di dunia, Carolina Reaper juga mengandung nilai gizi yang cukup baik untuk kesehatan.
Diketahui, Carolina Reaper merupakan antioksidan yang dapat melindungi sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dari Carolina Reaper juga sangat banyak.
Carolina Reaper juga mengandung senyawa kimia yang dikenal sebagai capsaicin dalam jumlah yang sangat tinggi, yang memicu reseptor rasa sakit di tubuh kita untuk merasakan sensasi terbakar.
Capsaicin telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan menyebabkan tubuh melepaskan endorfin untuk melawan rasa sakit yang dirasakan.
Sampai saat ini belum ada cabai jenis lain yang secara resmi terdaftar di Guinness sebagai cabai yang lebih pedas dari Carolina Reaper.
Namun beberapa jenis cabai diklaim lebih pedas dari Carolina Reaper. Salah satunya cabai Dragon’s Breath yang diklaim memiliki tingkat kepedasan mencapai 2.483.584 SHU.
Selain itu, cabai lain bernama Pepper X, yang juga dibudidayakan oleh Ed Currie dilaporkan memiliki tingkat kepedasan mencapai 3,18 Juta SHU, lebih pedas dari Carolina Reaper.
Bahaya Carolina Reaper
Lidah terbakar, mata berair, dan berkeringat adalah sensasi ketika menikmati makanan pedas. Akan tetapi, jika berlebihan, maka dampak dari cabai pedas manapun akan mempengaruhi perut.
Tidak jarang setelah makan pedas, perut akan terasa panas. Bagaimana dengan Carolina Reaper yang dinyatakan sebagai cabai terpedas di dunia?
Tentu saja, makan Carolina Reaper atau cabai super pedas lainnya tidak akan membunuh. Namun, ada kemungkinan akan overdosis pada capsaicin, senyawa kimia yang membuat cabai menjadi panas.
Namun untuk merasakan sensasi overdosis capsaicin, Anda perlu memakan sekitar satu kilogram cabai Carolina Reaper. Selain itu tedapat juga laporan tentang orang-orang yang berakhir di rumah sakit dalam situasi ekstrem setelah memakan Carolina Reaper, terutama mereka yang memiliki kondisi medis sebelumnya. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














