Dikabarkan sebelumnya, peristiwa pergerakan tanah menerjang Kampung Curug RW 09 dan RW 15 Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Akibatnya, empat rumah dan Jalan Desa Kampung Curug retak sepanjang kurang lebih 200 meter.

Berdasarkan keterangan yang diterima bogor-today.com, Kamis (15/9/2022), peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Desa Bojong Koneng dan mengakibatkan beberapa rumah serta jalan rusak berat hingga memutus akses jalan warga.

BACA JUGA :  Resmi Bercerai, Hak Asuh Anak Wardatina Mawa Ditetapkan Pengadilan

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko menyebut berdasarkan hasil kaji cepat terdapat 18 unit rumah mengalami kerusakan.

“Jumlah itu diisi oleh 20 kepala keluarga (KK) dengan 75 jiwa. Lima KK di antaranya mengungsi di pengungsian Villa Roso, RT 002/ 009,” kata Aris dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum seperti, akses jalan, mushola, dan villa turut terdampak pergerakan tanah. Untuk menghindari hal yang tidak dinginkan, kata Aris sementara PLN memadamkan aliran listrik.

BACA JUGA :  Peduli Mobilitas Wartawan, Dinkes Kota Bogor Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis di Mako PWI

Saat ini, kata dia, sebagian warga sudah mengungsi ke tempat saudara dan di tempat pengungsian. Lantaran akses jalan sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Berdasarkan analisa, Aris mengatakan, tim rescue cepat (TRC) bergantian memonitor lokasi pergerakan tanah. Lantaran struktur tanah yang mengalami pergerakan masih labil. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================